Setelah izin terbit

Kode QR Raudah sudah muncul. Apa langkah berikutnya?

Bagian yang paling sering membuat jamaah gugup bukan saat mengisi pengajuan, melainkan detik-detik di depan petugas ketika layar harus dipindai. Situs ini menemani Bapak dan Ibu pada tahap itu: membaca kode yang sudah terbit, menyiapkannya, dan memahami batas pemakaiannya.

Kami layanan pendampingan yang berdiri sendiri. Penerbitan izin Raudah tetap berlangsung di platform resmi Nusuk dan tidak dipungut biaya oleh pemerintah Arab Saudi. Tidak ada satu pun proses pembayaran yang berjalan lewat situs ini.

Kode QR kunjungan

Yang sebenarnya Bapak dan Ibu lihat di layar itu

Ketika pengajuan disetujui sistem, Nusuk menampilkan sebuah kode QR. Menurut keterangan Otoritas Umum Dua Masjid Suci, kode inilah bukti izin yang wajib ditunjukkan untuk dipindai di pintu. Tanpa kode yang sah, kunjungan ke Raudah tidak dapat dilakukan.

Raudah sendiri adalah area kecil di dalam Masjid Nabawi, luasnya sekitar 330 meter persegi, membentang antara rumah Nabi ﷺ yang kini menjadi makam beliau dan mimbar beliau. Ruang sesempit itu dikunjungi begitu banyak jamaah, sehingga pemindaian di pintu menjadi cara otoritas menjaga giliran tetap tertib.

  • Ia bukti, bukan tiket. Kode itu mewakili izin yang terbit, sedangkan penerbitan izinnya sendiri tidak dipungut biaya oleh pemerintah Arab Saudi.
  • Ia melekat pada satu nama. Izin terikat identitas pemegangnya dan tidak dapat dialihkan kepada orang lain, sekalipun masih satu keluarga.
  • Ia berlaku untuk satu janji temu. Sekali dipindai, tugasnya selesai. Kunjungan berikutnya menuntut izin baru.
  • Ia hidup di dalam aplikasi. Kode ditampilkan dari aplikasi Nusuk di ponsel, jadi perangkat yang dibawa ke Madinah sebaiknya perangkat yang dipakai mengurus izin.

Satu hal yang perlu diluruskan sejak awal: yang membutuhkan izin berjadwal adalah kunjungan ke Raudah, bukan seluruh area Masjid Nabawi. Banyak jamaah mengira ponselnya harus dipindai setiap kali memasuki masjid, lalu cemas tanpa alasan.

Istilah

Kata-kata yang paling sering tertukar

Sebagian kebingungan jamaah lahir dari perbedaan istilah, bukan dari perbedaan aturan. Beberapa kata di bawah ini merujuk pada hal yang sama, dan beberapa lainnya justru sering dianggap sama padahal berbeda.

tasreh — izin — permit
Tiga sebutan untuk satu benda yang sama, bukan tiga sistem berbeda. Bila membaca kata “permit” di sumber berbahasa Inggris atau “tasreh” di percakapan jamaah, keduanya menunjuk izin masuk Raudah yang diterbitkan Nusuk.
kode QR — barcode
Bentuk digital dari izin tersebut di dalam aplikasi. Dipindai petugas sebagai bukti bahwa pemegangnya memang punya janji temu yang sah. Ia bukan berkas yang dibeli, dicetak dari pihak ketiga, atau ditebus di loket mana pun.
akun pengunjung — Nafath
Jamaah asal Indonesia mendaftar sebagai akun pengunjung. Nafath adalah jalur masuk khusus warga negara dan penduduk Arab Saudi, sehingga saran memakai Nafath tidak berlaku untuk jamaah kita.
Jalur Instan
Layanan yang memungkinkan kunjungan tanpa terikat pembatasan frekuensi pemesanan reguler. Syaratnya kerap terlewat dibaca: pemohon harus sedang berada di Kawasan Pusat Madinah, yakni di sekitar Masjid Nabawi. Jalur ini tidak dapat ditempuh dari tanah air maupun dari Makkah.
daftar tunggu
Fitur untuk mendaftar ketika slot sedang penuh, lalu menerima pemberitahuan bila ada yang kosong. Namanya mirip “daftar tunggu haji” di Indonesia, tetapi maknanya sama sekali berbeda — di sini hitungannya bukan tahunan.
askar
Petugas yang berjaga di pintu dan di dalam area. Merekalah yang memindai kode, mengatur giliran, serta mengingatkan jamaah agar terus bergerak. Arahan petugas di lokasi selalu lebih mutakhir daripada panduan tertulis mana pun.
tasreh kolektif
Jalur pengurusan izin bagi jemaah haji Indonesia yang diatur secara berkelompok. Ini bukan jalur umrah. Mencampur keduanya membuat rencana perjalanan jamaah umrah menjadi keliru sejak awal.
Eatmarna — Tawakkalna
Eatmarna aplikasi lama yang sudah digantikan Nusuk sejak 2022, jadi panduan lama yang menyebutnya perlu ditinggalkan. Tawakkalna masih ada, namun bukan tempat mengurus izin Raudah.
Cara kerja

Tiga tahap pendampingan, tanpa biaya tersembunyi

Kami masuk pada bagian yang jarang dibahas panduan lain, yaitu setelah pengajuan dikirim. Tetapi bila Bapak dan Ibu masih di tahap sebelumnya, tanyakan saja — akan kami arahkan sesuai posisinya.

  1. Ceritakan posisi saat ini

    Cukup satu pesan: apakah pengajuan belum dikirim, sudah dikirim tetapi belum ada kabar, atau izin sudah terbit namun kodenya belum terlihat. Bertanya tidak dipungut biaya dan tidak mengikat.

  2. Kami telusuri letak persoalannya

    Kami bantu memeriksa hal-hal yang biasa menjadi penyebab: akun yang berbeda, aplikasi yang belum diperbarui, atau salah tempat melihat. Bila ternyata izinnya memang belum terbit, kami jelaskan apa adanya.

  3. Siapkan diri sebelum ke pintu

    Menjelang hari kunjungan kami bantu menyusun persiapan: kondisi ponsel, pembagian sesi pria dan wanita, serta rencana pendampingan untuk jamaah lanjut usia.

Percakapan kami layani pada jam kerja; pesan yang masuk di luar jam itu dibalas pada kesempatan berikutnya. Nomor kami 0898-7605-020 — silakan disimpan lebih dahulu bila ingin menghubungi nanti.

Tanya jawab

Pertanyaan yang paling sering masuk

Apakah RaudahQR bagian dari Nusuk atau pemerintah Arab Saudi?

Bukan. RaudahQR adalah layanan pendampingan swasta yang berdiri sendiri. Penerbitan izin Raudah beserta kode QR-nya sepenuhnya dikerjakan platform Nusuk milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Bukankah pengurusan izin di Nusuk tidak dipungut biaya?

Betul, dan kami menyampaikannya terang-terangan. Halaman layanan resmi mencantumkan biaya penerbitan izin Raudah sebagai gratis. Yang kami tawarkan adalah jasa bantuan dan pendampingan pengurusannya, bukan memperjualbelikan izin. Bila ada pihak yang mengaku sanggup menjual izin Raudah, sebaiknya Bapak dan Ibu menaruh curiga.

Apakah slot kunjungan sudah tentu diperoleh?

Tidak ada pihak mana pun yang sanggup memastikannya. Ketersediaan slot ditentukan sistem Nusuk dan daya tampung Raudah yang memang kecil. Kami menemani prosesnya, bukan menentukan hasilnya.

Bagaimana pembayaran jasa pendampingan diatur?

Dibicarakan langsung di percakapan WhatsApp setelah kebutuhan Bapak atau Ibu terbaca jelas. Situs ini tidak memiliki formulir pembayaran dan tidak memproses transaksi apa pun.

Pengajuan sudah dikirim tetapi kode QR belum terlihat, apa artinya?

Pengajuan yang terkirim belum tentu berarti izin sudah terbit. Kode baru tampil ketika izin benar-benar diterbitkan sistem. Penyebab lain yang sering ditemui adalah masuk ke akun yang berbeda, aplikasi yang belum diperbarui, atau sambungan data yang bermasalah. Rinciannya kami bahas di artikel tentang kode yang tidak kunjung tampil.

Bolehkah satu kode QR dipakai berdua atau sekeluarga?

Tidak boleh. Izin bersifat pribadi dan terikat identitas pemegangnya, sehingga tidak dapat dipindahtangankan. Setiap anggota rombongan memerlukan izin dan kode QR atas namanya sendiri.

Bisakah kode QR yang sama dipakai untuk kunjungan berikutnya?

Tidak bisa. Kode terikat pada satu janji temu dan hanya sekali pakai. Kunjungan berikutnya membutuhkan izin baru yang diajukan kembali melalui Nusuk.

Apakah masuk Masjid Nabawi juga memerlukan kode QR?

Tidak. Yang memerlukan izin berjadwal adalah kunjungan ke area Raudah. Anggapan bahwa seluruh area Masjid Nabawi memerlukan izin Nusuk adalah kekeliruan yang sering beredar dan kerap membuat jamaah panik tanpa sebab.

Artikel

Bacaan singkat untuk tahap ini

Lihat kelima artikel di halaman daftar

Ada yang mengganjal soal kode QR Bapak dan Ibu?

Kirimkan pertanyaannya lebih dahulu. Kami menjawab hal-hal seputar kode QR izin Raudah dan proses di pintu masuk tanpa mewajibkan Bapak dan Ibu melanjutkan ke layanan berbayar.

Konsultasi Gratis via WhatsApp
WhatsApp